Daitia Pandir Representan
Untuk sebuah kekuasaan yang harus berakhir dengan kericuhan
Untuk setiap kekayaan yang dihasilkan oleh kecilnya kebohongan
Untuk sebuah penyesalan yang selalu datang diakhir cerita kelam
Untuk sebuah arti dalam setiap definisi
Akronim sifat antara hitam dan putih
Sinonim kalimat pintar berbicara dengan fasih
Ketika setelan jas hitam legam menutupi kasih
Ketika bayi dan seorang ibu meminta mulai menangis
Seperti cerita bawang putih terhukum bawang merah dengan bengis
Semua harus berakhir dengan tragis
Ending cerita dengan kata romantis
Ribuan mata picik melihat dengan najis
semua remaja ingin tampil lewati layar kaca sebagai selebritis
pamor legend beattles saat menggema di british
eksis suatu pelajaran ketahui definisi narsis
Jangan jadikan kehidupan dengan alasan sadis
Ajang tenar menteri di televisi tampak terlihat egois
Untuk sikapi sebuah kehidupan tak lagi manis
Ini bukanlah rima yang harus selalu berakhir dengan akhiran –is
Ini hanyalah sebuah tulisan dari seorang penulis
Penulis yang hanya bisa membaca dan mengeja
Tanpa tau apa itu jujur dalam berkarya
Berkarya seperti mereka yang membangun Negara
Tuhan, mengapa kau menciptakan dunia, manusia, surga, bahkan neraka.
Mengapa kau ciptakan semua ini jika harus bertarung untuk memangsa
Kalimat siapa yang kuat adalah pemenang
Itu memang benar
Fatalitas sepertinya cocok untuk representan seperti kalian
Kata outkast ditujukan kepada kalian, wahai representan.
Wajah kalian memang rupawan sayang hati kalian seperti setan
Karena kalian adalah Daitia Pandir Representan
Senin, 01 November 2010
MENTARI MENARI
Saat rotasi bumi putar jadikan pagi
Dan mentari menari
Terlalu lelah menanti suatu hari nanti
Saat kawan pergi mengakhiri dengan lawan jadikan kawan kembali
bahan pangan membumbung terlalu tinggi
Percaya diri gundah abadi
Suatu hari nanti saat era tuhan tetapkan kiamat nanti
Deskripsi kehidupan tersamar menjadi impi
Rekonstruksi bangunan tingkat tinggi tak tertandingi
Jersey arema Indonesia dengan sponsor regency
Indikasi politikal negara ini sudah mati
Setan tantang iblis pada pertandingan dini hari
Suatu hari
Saat semua letih untuk menikmati
Posisi jabatan dengan lembaran nominal frekuensi
Saatnya mencari
Cari sebuah kehidupan yang tak lagi terkebiri
Tinggalkan masa lalu yang berjalan stagnasi
Harga diri menjadi idealisme tersendiri
Hanya untuk sesuap nasi
Merubah potensi diri yang terdegradasi
Sama seperti tragedy 98 saat soeharto turun tahta akibat demonstrasi
Rubah persepsi saat kawanan orang mencap diri ini bagai biang keladi
Hanya untuk surgawi
Al quran menjadi sebuah kitab suci rubah personal jati diri
Saat kebahagiaan hanyalah sebuah tujuan aktualisasi abadi
Warna warni pelangi tak terlihat lagi
Namun mata kiri masih terhenyak dan melihat matahari
nantikan suatu saat nanti dengan berharap pada hari ini
Ketika cuaca tak lagi dapat terbohongi
oleh kawanan orang pencari lembaran nominal anak istri
konotasi kebijakan merubah muka jadikan aklamasi keburukan tanpa amnesti
nurdin halid acuhkan abdikasi untuk tinggalkan PSSI
prediksi jadi solusi terakhir bagi abominasi seperti Israel di muka bumi
kebosanan rutinitas menjadi seperti hobbi
nikmati sekali lagi kehidupanmu saat ini
andaikan para narapidana bisa loloskan diri dari jeruji besi
Paris Hilton tersulap menjadi benefisiari keluarga Hilton dan idola masa kini
topik-topik hangat tertuang melalui media televisi kenai korupsi
para penyanyi buat lagu islami hanya jelang ramadhan terakhiri
idul fitri momentum pembersihan diri
saat kick andy kupas tema kehidupan jadikan pembelajaran manusiawi
lupakan dusta namun teringat benci
era keemasan Muhammad ali sebagai petinju sejati
ketika para remaja agungkan alat bernama kontrasepsi hingga aborsi
bayi pandangi kedua orang tua lakukan pernikahan dini
kunikmati sebuah posisi dimana pagi sudah menanti
untuk suatu hari nanti saat kiamat menanti
dimana mentari masih menari.
Dan mentari menari
Terlalu lelah menanti suatu hari nanti
Saat kawan pergi mengakhiri dengan lawan jadikan kawan kembali
bahan pangan membumbung terlalu tinggi
Percaya diri gundah abadi
Suatu hari nanti saat era tuhan tetapkan kiamat nanti
Deskripsi kehidupan tersamar menjadi impi
Rekonstruksi bangunan tingkat tinggi tak tertandingi
Jersey arema Indonesia dengan sponsor regency
Indikasi politikal negara ini sudah mati
Setan tantang iblis pada pertandingan dini hari
Suatu hari
Saat semua letih untuk menikmati
Posisi jabatan dengan lembaran nominal frekuensi
Saatnya mencari
Cari sebuah kehidupan yang tak lagi terkebiri
Tinggalkan masa lalu yang berjalan stagnasi
Harga diri menjadi idealisme tersendiri
Hanya untuk sesuap nasi
Merubah potensi diri yang terdegradasi
Sama seperti tragedy 98 saat soeharto turun tahta akibat demonstrasi
Rubah persepsi saat kawanan orang mencap diri ini bagai biang keladi
Hanya untuk surgawi
Al quran menjadi sebuah kitab suci rubah personal jati diri
Saat kebahagiaan hanyalah sebuah tujuan aktualisasi abadi
Warna warni pelangi tak terlihat lagi
Namun mata kiri masih terhenyak dan melihat matahari
nantikan suatu saat nanti dengan berharap pada hari ini
Ketika cuaca tak lagi dapat terbohongi
oleh kawanan orang pencari lembaran nominal anak istri
konotasi kebijakan merubah muka jadikan aklamasi keburukan tanpa amnesti
nurdin halid acuhkan abdikasi untuk tinggalkan PSSI
prediksi jadi solusi terakhir bagi abominasi seperti Israel di muka bumi
kebosanan rutinitas menjadi seperti hobbi
nikmati sekali lagi kehidupanmu saat ini
andaikan para narapidana bisa loloskan diri dari jeruji besi
Paris Hilton tersulap menjadi benefisiari keluarga Hilton dan idola masa kini
topik-topik hangat tertuang melalui media televisi kenai korupsi
para penyanyi buat lagu islami hanya jelang ramadhan terakhiri
idul fitri momentum pembersihan diri
saat kick andy kupas tema kehidupan jadikan pembelajaran manusiawi
lupakan dusta namun teringat benci
era keemasan Muhammad ali sebagai petinju sejati
ketika para remaja agungkan alat bernama kontrasepsi hingga aborsi
bayi pandangi kedua orang tua lakukan pernikahan dini
kunikmati sebuah posisi dimana pagi sudah menanti
untuk suatu hari nanti saat kiamat menanti
dimana mentari masih menari.
PASSION
Ketika dua kubu saling beradu
mengadu akan intelektual membisu
otak dan nyali jadikan senjata yang berlaku
melihat si kulit bundar berpacu
lantas tim kami melaju unggul satu
ini partai yang sudah lalu sejak era dua ribu
namun teringat jelas hingga membekas
bagaimana gerombolan kalian menghajar pendukung kami hingga mati lemas
dua kota memanas
hijau yang kalian banggakan
tak sehijau harapan yang kalian harapkan
jersey hijau tampak basi berbau mani dan tak layak untuk terbeli
hijaunya lapangan stadion kami
samakan hijau kostum kalian wahai tim degradasi
oh…bagaimana prestisiusnya liga dengan penuh kontroversi ini
terimalah sebuah kenikmatan bagaimana sebuah divisi
teranggap anak tiri oleh PSSI
kini kondisi berbalik ganti penuh sensasi
biru yang kami banggakan sebuah bentuk perjuangan
perjuangan jadikan team professional
lihatlah bagaimana kesebelasan kami dan persib
andalkan sphonsorship menolak untuk berpartnership
kalian hanya bisa menggosip
kami bangga tak pakai uang rakyat bernama APBD
sama halnya gunakan uang lotere seperti tim kere
remorse yang kalian rasakan akan berakhir satu decade
hingga semua supporter memblokade
team yang kalian anggap pecundang
kini mengganti menjadi pahlawan
seperti syekh mansour sok atur
Manchester city jadikan sakti dan tak terkendali
Dimana silvio Berlusconi andalkan jabatan perdana menteri
jadikan milan juara sejati
seperti ramon calderon kumpulkan
bintang demi bintang penuh talenta
untuk sekedar angkat piala
sepakbola hanya olahraga tanpa makna
kekuasaan dan politikallah kacaukan semua
lihatlah libertadores hanya kejuaraan tingkat dua yang tergores
saat Socrates melihat hasil pertandingan dengan barrase
tak ada yang kalahkan hegemoni champion league
dimana money politic
menjadi hal yang subyektif
amsterdam hanyalah tim terbuang
dimana era kejayaan terkalahkan oleh uang
amsterdam penghasil pemain-pemain bintang
namun penuh hutang
hingga prestasi tak kunjung datang
GSE dengan geram lihat permainan westham
tak kunjung cekram tim lawan
pertarungan darah dan gengsi pun tak terelakkan
oleh para hooligan
situasi England dan turki tak terkendali
saat tim nasional mereka bermain seri
hingga perkelahian
jadikan pertandingan kedua nikmati menanti
seperti Serbia dan italia kental akan faham political
passion is forever and fair play is over.
mengadu akan intelektual membisu
otak dan nyali jadikan senjata yang berlaku
melihat si kulit bundar berpacu
lantas tim kami melaju unggul satu
ini partai yang sudah lalu sejak era dua ribu
namun teringat jelas hingga membekas
bagaimana gerombolan kalian menghajar pendukung kami hingga mati lemas
dua kota memanas
hijau yang kalian banggakan
tak sehijau harapan yang kalian harapkan
jersey hijau tampak basi berbau mani dan tak layak untuk terbeli
hijaunya lapangan stadion kami
samakan hijau kostum kalian wahai tim degradasi
oh…bagaimana prestisiusnya liga dengan penuh kontroversi ini
terimalah sebuah kenikmatan bagaimana sebuah divisi
teranggap anak tiri oleh PSSI
kini kondisi berbalik ganti penuh sensasi
biru yang kami banggakan sebuah bentuk perjuangan
perjuangan jadikan team professional
lihatlah bagaimana kesebelasan kami dan persib
andalkan sphonsorship menolak untuk berpartnership
kalian hanya bisa menggosip
kami bangga tak pakai uang rakyat bernama APBD
sama halnya gunakan uang lotere seperti tim kere
remorse yang kalian rasakan akan berakhir satu decade
hingga semua supporter memblokade
team yang kalian anggap pecundang
kini mengganti menjadi pahlawan
seperti syekh mansour sok atur
Manchester city jadikan sakti dan tak terkendali
Dimana silvio Berlusconi andalkan jabatan perdana menteri
jadikan milan juara sejati
seperti ramon calderon kumpulkan
bintang demi bintang penuh talenta
untuk sekedar angkat piala
sepakbola hanya olahraga tanpa makna
kekuasaan dan politikallah kacaukan semua
lihatlah libertadores hanya kejuaraan tingkat dua yang tergores
saat Socrates melihat hasil pertandingan dengan barrase
tak ada yang kalahkan hegemoni champion league
dimana money politic
menjadi hal yang subyektif
amsterdam hanyalah tim terbuang
dimana era kejayaan terkalahkan oleh uang
amsterdam penghasil pemain-pemain bintang
namun penuh hutang
hingga prestasi tak kunjung datang
GSE dengan geram lihat permainan westham
tak kunjung cekram tim lawan
pertarungan darah dan gengsi pun tak terelakkan
oleh para hooligan
situasi England dan turki tak terkendali
saat tim nasional mereka bermain seri
hingga perkelahian
jadikan pertandingan kedua nikmati menanti
seperti Serbia dan italia kental akan faham political
passion is forever and fair play is over.
ALEKSANDRIT
Untuk sebuah harapan tanpa kata raihan
Pilihan alegori kehidupan tak slalu menyenangkan
Sedih akan terus beraversi pada senang entah sampai kapan
Putih tak pernah mau badasi dengan hitam
Kuat kalahkan lemah hingga kata cogito ergo sum
Menang hajar kalah dengan kejam
Perseteruan atas gumuli bawah bingkai hidup
Kesenjangan antara kaya miskin seperti dongeng terlungkup
Setan dengan neraka sampai surga dan malaikat
Pagi langkahi malam diatas kemauan aktualisasi waktu pekat
Atasan tunjuk bawahan nantikan kenaikan pangkat
Naifnya seragam keamanan serang residivis bengis
Chauvinis muak lihat ekspatriatis anggap najis
Cahaya terang sinari langkah gelap gulita
Lucuti kata prefiks, sufiks,dan konfiks imbuhan kata
Perang tunjukkan peta kekuatan hingga mati tergalakkan
Kejelekan tahbiskan egoismenya pada kesabaran
Batuan krisoberil berwarna hijau menjadi merah terkena cahaya
Seperti sebilah pedang sayati kulit hingga darah mendangka
Senapan lontarkan peluru maknai peperangan saudara
Sara hanyalah tema hancurkan perdamaian agama
Hak veto hanya berlaku didalam ruang dimensi
Bila hidup inginkan capai cita hingga ukir mimpi
Kolektivitas jadikan sebuah kesatuan etnografi
Karena kita hanyalah sebuah manusia penuh ikhtiari
Tumbuhan menghijau binatang melengkapi
Rantai makanan selalu maknai arti konkurensi
Disafeksi pada personal fahir mengarti pada benci
Egalitas wanita dan pria tak tersampaikan jadikan ekofraksi
Intelektual hanyalah sebuah jargon andalan
Eksigensi dunia tercerai berai libatkan kejahatan
Gaietas hanya bermaterikan senyuman
Senyuman yang menjadi fajar saat cakrawala tertelan
Tidakkah memimpikan sebuah perdamaian sangat indah
Tidakkah damai sebuah kata yang tampak megah
Tidakkah sebuah senyuman hangat berfaedah
Indahnya apabila saling melengkapi terjadi
Sirati hati pikirkan kembali
Putih temani hitam jadikan kelabu
Tawa hibur tangis ciptakan canda dalam sebuah sendu
Kaya rangkul miskin dalam konteks bahu membahu
Kuat bantu lemah hingga lemah menjadi kuat dalam dunia penuh liku
Kalah terima lapang dada dan menang hormati etika pertandingan yang lalu
Atas julurkan persahabatan pada bawah hingga naik menjadi satu
Kokangan senapan telah menghilang berganti arti pelukan
Perbedaan gender angankan persatuan
Polkadot warna kehidupan tercipta bias indah dalam lukisan
Petang tak lagi menakutkan karena ada pagi yang mengelukan
Palestina inginkan sebuah kenyamanan
Bocah-bocah gaza rindukan sebuah permainan bukan tembakan
Rakyat bantu pemerintah hadapi polemic demokrasi jalankan dengan baik
Bila lima menjadikan satu musnahkan mistik
Mistik yang laknat bernama perubahan zaman susupi public
Jangan ubah perdamaian dengan sebuah tujuan politik
Tuhan berkata inilah kudambakan dari umat manusia
Tuhan alihkan bencana dengan rahmatnya
Demi sebuah perdamaian muka bumi
Demi sebuah perdamaian bangsa ini
Bersatulah wahai umat manusia
Singkirkan ego gunakan nurani dan intuisi terapkan secara de fakto
Sebab embrio-embrio masa datang miliki gusto
Sebuah awalan dalam kandungan nada bernama intro
Intro bernama aleksandrit
Sebuah Aleksandrit berupa Batuan krisoberil pancarkan aura
Aura perdamaian umat manusia
Pilihan alegori kehidupan tak slalu menyenangkan
Sedih akan terus beraversi pada senang entah sampai kapan
Putih tak pernah mau badasi dengan hitam
Kuat kalahkan lemah hingga kata cogito ergo sum
Menang hajar kalah dengan kejam
Perseteruan atas gumuli bawah bingkai hidup
Kesenjangan antara kaya miskin seperti dongeng terlungkup
Setan dengan neraka sampai surga dan malaikat
Pagi langkahi malam diatas kemauan aktualisasi waktu pekat
Atasan tunjuk bawahan nantikan kenaikan pangkat
Naifnya seragam keamanan serang residivis bengis
Chauvinis muak lihat ekspatriatis anggap najis
Cahaya terang sinari langkah gelap gulita
Lucuti kata prefiks, sufiks,dan konfiks imbuhan kata
Perang tunjukkan peta kekuatan hingga mati tergalakkan
Kejelekan tahbiskan egoismenya pada kesabaran
Batuan krisoberil berwarna hijau menjadi merah terkena cahaya
Seperti sebilah pedang sayati kulit hingga darah mendangka
Senapan lontarkan peluru maknai peperangan saudara
Sara hanyalah tema hancurkan perdamaian agama
Hak veto hanya berlaku didalam ruang dimensi
Bila hidup inginkan capai cita hingga ukir mimpi
Kolektivitas jadikan sebuah kesatuan etnografi
Karena kita hanyalah sebuah manusia penuh ikhtiari
Tumbuhan menghijau binatang melengkapi
Rantai makanan selalu maknai arti konkurensi
Disafeksi pada personal fahir mengarti pada benci
Egalitas wanita dan pria tak tersampaikan jadikan ekofraksi
Intelektual hanyalah sebuah jargon andalan
Eksigensi dunia tercerai berai libatkan kejahatan
Gaietas hanya bermaterikan senyuman
Senyuman yang menjadi fajar saat cakrawala tertelan
Tidakkah memimpikan sebuah perdamaian sangat indah
Tidakkah damai sebuah kata yang tampak megah
Tidakkah sebuah senyuman hangat berfaedah
Indahnya apabila saling melengkapi terjadi
Sirati hati pikirkan kembali
Putih temani hitam jadikan kelabu
Tawa hibur tangis ciptakan canda dalam sebuah sendu
Kaya rangkul miskin dalam konteks bahu membahu
Kuat bantu lemah hingga lemah menjadi kuat dalam dunia penuh liku
Kalah terima lapang dada dan menang hormati etika pertandingan yang lalu
Atas julurkan persahabatan pada bawah hingga naik menjadi satu
Kokangan senapan telah menghilang berganti arti pelukan
Perbedaan gender angankan persatuan
Polkadot warna kehidupan tercipta bias indah dalam lukisan
Petang tak lagi menakutkan karena ada pagi yang mengelukan
Palestina inginkan sebuah kenyamanan
Bocah-bocah gaza rindukan sebuah permainan bukan tembakan
Rakyat bantu pemerintah hadapi polemic demokrasi jalankan dengan baik
Bila lima menjadikan satu musnahkan mistik
Mistik yang laknat bernama perubahan zaman susupi public
Jangan ubah perdamaian dengan sebuah tujuan politik
Tuhan berkata inilah kudambakan dari umat manusia
Tuhan alihkan bencana dengan rahmatnya
Demi sebuah perdamaian muka bumi
Demi sebuah perdamaian bangsa ini
Bersatulah wahai umat manusia
Singkirkan ego gunakan nurani dan intuisi terapkan secara de fakto
Sebab embrio-embrio masa datang miliki gusto
Sebuah awalan dalam kandungan nada bernama intro
Intro bernama aleksandrit
Sebuah Aleksandrit berupa Batuan krisoberil pancarkan aura
Aura perdamaian umat manusia
28 oktober 2010
Semua elemen tuturkan ini hari sejarah
Sebuah sejarah lahirnya suatu sumpah
Sumpah serapah untuk merdekakan sebuah ranah
Ranah untuk mengekang bukan mengenang teori representan sampah
Lucuti sejarah ketika perjuangan soeratin sosrosoegondo awali terbentuknya PSSI
Semangat adhiyaksa dault di era Indonesia bersatu part satu orasi berujung persuasi
Opini andi malarangeng di Indonesia part dua pun sama terangkai
In memorian soe hok gie hingga ajal menanti taklukan puncak semeru meninggi
Semangat deddy mizwar bangun perfilman Indonesia hilangkan mainstream film hantu yang menyesati
Layaknya sentilan ala butet kertaradjasa pada bangsa ini
Semangat perjuangan Nabi Muhammad SAW untuk bangun karakteristik umat islam
Untuk para pemuda
Tirulah…dengarkanlah
Semangat maneuver tempur morgue vanguard berupa mikrofon disetiap rima
Invasi nada thufail al ghifari semangati pemuda islami seluruh nusantara
Dimana kalian semua, para pemuda
Semangat terlanjur sekarat
Rasa sekarat hinggapi rakyat
rakyat telah anggap jahat struktur representan laknat
Dimana kalian semua, para pemuda
Bangsa ini butuh penerus seperti kalian
Guna regenerasikan ranah perjuangan
Perjuangan matikan mafia-mafia tingkat atas
Apakah kepala Negara harus berumur uzur
Lantas para pemuda seperti kami
tak boleh pimpin tanah lahir sendiri
dikala umur masih menjagung
segala impian serta cita menggunung
maka kami harus menanti uzur
kami malas menanti dengan tengkurap mendengkur
hingga semangat pemuda seperti kami luntur
bentur harapan hingga tersungkur
berakhir pada ujung sangkur tergerus kultur
kultur barat melesat layak panah busur
panah busur barat lawan tajam sangkur timur
Dimana kalian semua, para pemuda
Siapkan aspirasi kalian mulai dari sekarang
Amati situasi dan kondisi yang akan datang
Apabila keadaan demokrasi semakin mengenaskan
Persiapkanlah zirah perang kalian
Hitung mundur mulai sekarang
Tiga…dua…satu
Hancurkan!!!
Sebuah sejarah lahirnya suatu sumpah
Sumpah serapah untuk merdekakan sebuah ranah
Ranah untuk mengekang bukan mengenang teori representan sampah
Lucuti sejarah ketika perjuangan soeratin sosrosoegondo awali terbentuknya PSSI
Semangat adhiyaksa dault di era Indonesia bersatu part satu orasi berujung persuasi
Opini andi malarangeng di Indonesia part dua pun sama terangkai
In memorian soe hok gie hingga ajal menanti taklukan puncak semeru meninggi
Semangat deddy mizwar bangun perfilman Indonesia hilangkan mainstream film hantu yang menyesati
Layaknya sentilan ala butet kertaradjasa pada bangsa ini
Semangat perjuangan Nabi Muhammad SAW untuk bangun karakteristik umat islam
Untuk para pemuda
Tirulah…dengarkanlah
Semangat maneuver tempur morgue vanguard berupa mikrofon disetiap rima
Invasi nada thufail al ghifari semangati pemuda islami seluruh nusantara
Dimana kalian semua, para pemuda
Semangat terlanjur sekarat
Rasa sekarat hinggapi rakyat
rakyat telah anggap jahat struktur representan laknat
Dimana kalian semua, para pemuda
Bangsa ini butuh penerus seperti kalian
Guna regenerasikan ranah perjuangan
Perjuangan matikan mafia-mafia tingkat atas
Apakah kepala Negara harus berumur uzur
Lantas para pemuda seperti kami
tak boleh pimpin tanah lahir sendiri
dikala umur masih menjagung
segala impian serta cita menggunung
maka kami harus menanti uzur
kami malas menanti dengan tengkurap mendengkur
hingga semangat pemuda seperti kami luntur
bentur harapan hingga tersungkur
berakhir pada ujung sangkur tergerus kultur
kultur barat melesat layak panah busur
panah busur barat lawan tajam sangkur timur
Dimana kalian semua, para pemuda
Siapkan aspirasi kalian mulai dari sekarang
Amati situasi dan kondisi yang akan datang
Apabila keadaan demokrasi semakin mengenaskan
Persiapkanlah zirah perang kalian
Hitung mundur mulai sekarang
Tiga…dua…satu
Hancurkan!!!
BROTHERHOOD
Waktu menjadi satu peluru terkendali nafsu
Deru nafas menderu saling bunuh layaknya film action seru
Satu peluru balas satu peluru
Saat lawan membangkang dan kawan terkenang
Ketika sebutan pahlawan patut disematkan
Ketika kawan membutuhkan sebuah keselamatan
Nyawa berbalas nyawa lalu pemakaman menjadi sebuah area
Area dalam dendam heroik dengan penuh konflik
Berbagai hemistik terdengar seperti leksikostatistik jadikan kategorik
Saat bunuh lawan menjadi sebuah impian patut dijalankan
Ketika harapan terbuang dalam lubang buaya
seperti para tentara perjuangkan Indonesia untuk merdeka
mayat kawan dikerubungi lalat-lalat mengigit
demi sebuah mayat tergigit
realisasikan pertempuran sengit walaupun kondisi menyulit
seperti negara tetangga
cabut nyawa satu persatu pekerja Indonesia
tanpa iba nikmati tubuhnya telah diperkosa
hingga lubang vagina tak lagi hirup udara
air mata jadi tujuan yang signifikan ketika lima peluru menghujam tajam
dan kawan menjadi korban
Waktu menjadi sebuah peluru yang terkendali oleh nafsu
seperti nurdin halid berserta sekutu memonopoli
satu persatu team sepakbola Indonesia mati kutu
Terasa pilu lihat kondisional kamus berbentuk buku
tergusur oleh translator internet tak bermutu
Ketika kamus oxford tak lagi miliki taji berganti
era pembuatan robot saling menyolot
di era teknologi yang kolot
Saat tangan gengam revolver dengan peluru lima inchi
siap terisi tarik pemantik arahkan hingga dia mati
saatnya lakukan sebuah selebrasi
hagemoni serta konspirasi saat lawan cicipi
makna dari kematian itu sendiri
tersenyumlah kawan…lawan susul lumpur makam
disamping nisanmu…kawan.
Bagaimana sebuah persaudaraan tercipta. Teori takkan mampu menemukan sebuah jawaban untuk merasakan apa itu arti persaudaraan. Karena pengalaman hidup dan sosialisme serta rasa bangga akan keluarga, teman, atau siapa pun adalah sejati dan abadi. Bagi komunitas saya, east coast empire – malang city hardcore dengan semua persaudaraan yang telah menuntun hidup saya menjadi lebih baik di liarnya kehidupan.
Deru nafas menderu saling bunuh layaknya film action seru
Satu peluru balas satu peluru
Saat lawan membangkang dan kawan terkenang
Ketika sebutan pahlawan patut disematkan
Ketika kawan membutuhkan sebuah keselamatan
Nyawa berbalas nyawa lalu pemakaman menjadi sebuah area
Area dalam dendam heroik dengan penuh konflik
Berbagai hemistik terdengar seperti leksikostatistik jadikan kategorik
Saat bunuh lawan menjadi sebuah impian patut dijalankan
Ketika harapan terbuang dalam lubang buaya
seperti para tentara perjuangkan Indonesia untuk merdeka
mayat kawan dikerubungi lalat-lalat mengigit
demi sebuah mayat tergigit
realisasikan pertempuran sengit walaupun kondisi menyulit
seperti negara tetangga
cabut nyawa satu persatu pekerja Indonesia
tanpa iba nikmati tubuhnya telah diperkosa
hingga lubang vagina tak lagi hirup udara
air mata jadi tujuan yang signifikan ketika lima peluru menghujam tajam
dan kawan menjadi korban
Waktu menjadi sebuah peluru yang terkendali oleh nafsu
seperti nurdin halid berserta sekutu memonopoli
satu persatu team sepakbola Indonesia mati kutu
Terasa pilu lihat kondisional kamus berbentuk buku
tergusur oleh translator internet tak bermutu
Ketika kamus oxford tak lagi miliki taji berganti
era pembuatan robot saling menyolot
di era teknologi yang kolot
Saat tangan gengam revolver dengan peluru lima inchi
siap terisi tarik pemantik arahkan hingga dia mati
saatnya lakukan sebuah selebrasi
hagemoni serta konspirasi saat lawan cicipi
makna dari kematian itu sendiri
tersenyumlah kawan…lawan susul lumpur makam
disamping nisanmu…kawan.
Bagaimana sebuah persaudaraan tercipta. Teori takkan mampu menemukan sebuah jawaban untuk merasakan apa itu arti persaudaraan. Karena pengalaman hidup dan sosialisme serta rasa bangga akan keluarga, teman, atau siapa pun adalah sejati dan abadi. Bagi komunitas saya, east coast empire – malang city hardcore dengan semua persaudaraan yang telah menuntun hidup saya menjadi lebih baik di liarnya kehidupan.
Tanpa Tanda Jasa
Bila hitam mau bersanding dengan putih
Blabak kayu tipis tak layak pakai pun akhirnya terpilih
Antara angka satu hingga sepuluh maknai selisih
Konsonan vocal alphabet dari a tuju z dengan mulut memipih
Dengan pena bernama kapur kotori seragam honorer tak lagi bersih
Ajari walau letih sudah tersapih
demi ilustrasi kehidupan bernama pintar tutupi hati sedih
miris perlihatkan mata ratapi sekolah seperti gubuk reyot meringkih
dinding tebal dengan bongkahan bata runtuh terlihat cekih
konstruksi atap dengan kayu merapuh sirati pedih
hujan datang tak hanya sekali malah berlebih
banjir dan lumpur jadikannya sebuah pelajaran artikan risih
satu buku guna tulis semua mata pelajaran tanpa memilih
ajari murid buta huruf dengan perasaan asih
ketika teknologi hanya sebuah barang langka layaknya bijih
bertemankan ratusan pepohonan bersama hewan liar hutan dengan galih
inikah era pendidikan Indonesia !
saat persaingan dunia gunakan segala macam cara
gelak canda dan tawa warnai rapat paripurna
inikah era pendidikan bangsa kita !
ketika pintar sebuah tuntutan fakta
ketidak lulusan hantui murid hadapi ujian nasional tingkat sma
inikah era pendidikan symbol garuda !
ketika bingkai foto presiden wajib diganti usai pemilu Negara
bingkai foto yang lebih mewah daripada satu bangunan bernama sekolah
inikah era pendidikan zamrud khatulistiwa !
dimana ibukota pusat pemerintahan abaikan pedalaman desa
inikah era pendidikan nusantara !
bocah pelosok Kalimantan dan papua inginkan buku baca
buku baca kandung tema carut marut negara
inikah era pendidikan Negara republika !
impian guru pelosok jadikan PNS cita-cita sebatas cerita
bertolak belakang saat representan nikmati kejayaan kuasa
inikah era pendidikan Negara paru-paru dunia !
keterbelakangan daerah tak jadi masalah
semangatmu ajarkan tata krama seperti gagahnya monas berujung emas
hey, representan bacalah rima anak bangsa
sebuah rima pembunuh hasrat kekayaan dan kekuasaan yang kau miliki
semangat ki hajar dewantoro buatku bunuh kau dengan sangkur jadikan bangkai
di saat tut wuri handayani lawan busuknya demokrasi dan biadabnya konstitusi
untuk pendidikan Indonesia !
untuk semua guru !
pahlawan tanpa tanda jasa !
Blabak kayu tipis tak layak pakai pun akhirnya terpilih
Antara angka satu hingga sepuluh maknai selisih
Konsonan vocal alphabet dari a tuju z dengan mulut memipih
Dengan pena bernama kapur kotori seragam honorer tak lagi bersih
Ajari walau letih sudah tersapih
demi ilustrasi kehidupan bernama pintar tutupi hati sedih
miris perlihatkan mata ratapi sekolah seperti gubuk reyot meringkih
dinding tebal dengan bongkahan bata runtuh terlihat cekih
konstruksi atap dengan kayu merapuh sirati pedih
hujan datang tak hanya sekali malah berlebih
banjir dan lumpur jadikannya sebuah pelajaran artikan risih
satu buku guna tulis semua mata pelajaran tanpa memilih
ajari murid buta huruf dengan perasaan asih
ketika teknologi hanya sebuah barang langka layaknya bijih
bertemankan ratusan pepohonan bersama hewan liar hutan dengan galih
inikah era pendidikan Indonesia !
saat persaingan dunia gunakan segala macam cara
gelak canda dan tawa warnai rapat paripurna
inikah era pendidikan bangsa kita !
ketika pintar sebuah tuntutan fakta
ketidak lulusan hantui murid hadapi ujian nasional tingkat sma
inikah era pendidikan symbol garuda !
ketika bingkai foto presiden wajib diganti usai pemilu Negara
bingkai foto yang lebih mewah daripada satu bangunan bernama sekolah
inikah era pendidikan zamrud khatulistiwa !
dimana ibukota pusat pemerintahan abaikan pedalaman desa
inikah era pendidikan nusantara !
bocah pelosok Kalimantan dan papua inginkan buku baca
buku baca kandung tema carut marut negara
inikah era pendidikan Negara republika !
impian guru pelosok jadikan PNS cita-cita sebatas cerita
bertolak belakang saat representan nikmati kejayaan kuasa
inikah era pendidikan Negara paru-paru dunia !
keterbelakangan daerah tak jadi masalah
semangatmu ajarkan tata krama seperti gagahnya monas berujung emas
hey, representan bacalah rima anak bangsa
sebuah rima pembunuh hasrat kekayaan dan kekuasaan yang kau miliki
semangat ki hajar dewantoro buatku bunuh kau dengan sangkur jadikan bangkai
di saat tut wuri handayani lawan busuknya demokrasi dan biadabnya konstitusi
untuk pendidikan Indonesia !
untuk semua guru !
pahlawan tanpa tanda jasa !
Langganan:
Postingan (Atom)