Senin, 28 Maret 2011

Minggu-27maret2011

Sholat shubu kemudian tidur lagi sampai pukul 8 pagi. Febri, datang dan terbangun. Dia mengajak saya ke pernikahan kawan lama, aan (brand new day….!). Sayang saya tak bisa, kemudian dia menceritakan tentang kehidupannya bersama kawan-kawan yang lain, lama saya tak bermain bersama kawan kampung karena impian untuk menyelesaikan kuliah dan menekuni dunia konstruksi. Dia pun pulang.
Pukul 12 siang. Menghidupkan kembali computer dan menyelesaikan bab 3 untuk proyek akhir, tapi bab 4 masih carut marut karena data alat berat kurang. Kemudian mencoba autoCAD untuk mengedit sejenak peta kontur yang dikasih gun, mengedit sejenak tapi skala masih besar jadi harus pintar mengira-ngira. Ingin ke pelaksana untuk menyerahkan gambar setelah itu melihat arema di kanjuruhan tapi hujan, gagal. Kembali pulang, dan beribadah.
Aremania elektronik, hehe. Arif suyono tak tampak di starting line up, entah kenapa sudah berlangsung beberapa jika sriwijaya tampil di malang, pemain yang dicintai namun sekaligus dibenci. Alam shah gagal eksekusi pinalti, shit. Begiu pun juga alfaridzi gagal memanfaat kemelut di depan gawang feri rotinsulu. Bustomi sangat saya idolai masih tetap dengan top formnya, saya mengaplikasikan otak saya dan berharap bustomi meniru langkah steven gerrard dalam hal loyalitas. Akhirnya musafri menjadi bintang untuk arema. Perasaan buruk saya menjadi kenyataan, arema kebobolan oleh budi sudarsono, sangat oppurtunis. Kecewa, karena jarak dengan persipura masih jauh. Bayangan persipura menjadi juara sudah banyak digembar-gemborkan warga malang. inilah kenyataan sepak bola Indonesia.
Episode terakhir ketika cinta bertasbih, peluang terakhir melihat wajah cantik ayyatul husna. Kemudian membaca buku soe hok gie, sang demonstran. Hidupkan kembali computer dengan perangkat aplikasi jet audio, dear diary milik mocca terlantun, jadi teringat dia.
Kembali ke soe hok gie, baca bab perjalanan ke amerika. Dalam catatan tersebut gie menceritakan tentang perjalan studynya ke amerika. Terdapat banyak hal yang dapat saya ambil dari ceritanya, mengenai kebudayaan hawai, unha(universitas hawai), ke san fransisco state college,hingga halaman 187.
Dari yang saya baca, saya tertarik akan tema tentang “situasi masyrakat amerika serikat” yang pimpin oleh seorang professor namun gie tidak menyebutkan namanya. …Dalam tema tersebut gie menyampaikan bahwa, professor tersebut bercerita mengenai perubahan social yang amat cepat akibat teknologi. Professor tersebut melihat bahwa manusia makin menjadi satu dan kehilangan rasa manusianya, proses dehumanisiasi ini diperlihatkan oleh dunia wanita. Mereka menolak untuk mengambil peran sebagai wanita tradisional. Aktif dalam love, ingin menentukan anak sendiri, bekerja dan menjadi diri sendiri. Kemudian gie menambahkan argumennya, “buah dada yang besar tidak lagi untuk menyusui tapi untuk amusement (hiburan)”. Suatu proses yang berbeda dengan kodrat alamiahnya. Manusia makin lama makin individualistis. Kalau kita menyentuh manusia, kita langsung minta maaf. Semuanya telah diatur oleh sistem-sistem… sebetulnya masih banyak lagi namun biarlah menjadi pengetahuan saya. Apa yang diutarakan gie adalah sebuah proses kehidupan yang berbanding terbalik dengan buku 100 pesan nabi untuk wanita salihah yang kemarin saya baca. Dalam buku karangan badwi Mahmud al syaikh itu, bagaimana allah swt, Muhammad saw, dan agama islam memberikan kedudukan yang mulia bagi perempuan. Bagaimana mereka berdandan, bagaimana mereka berbicara, bagaimana mereka memperlakukan suami, bagaimana mereka menjadi seorang ibu, semuanya telah diatur oleh agama islam. Dan saya pun semakin tertarik oleh wanita seperti ayyatul husna di ketika cinta bertasbih.
Pukul 12 malam. Sholat dan sahur.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar