Kamis, 10 Maret 2011

Jumat-11maret2011-08.00am

Kehidupan masih tetap di tempat, tak ada sebuah perubahan yang aku alami. Masih berkutat pada rasa malas mengalahkan impian, mata kuliah proyek akhir pun yang sebenarnya dapat kukerjakan menjadi terbengkalai. Namun ilmu tidak hanya sebatas buku, karena ilmu yang sebenarnya adalah bagaimana kita berjuang dengan proses kehidupan yang kita lakukan.
Pukul tiga sore kemarin, aku mengantarkan salah satu kawanku untuk mencari sebuah penginapan bagi keluarganya, karena besok sabtu dia akan meraih gelar amd nya, lantas bagaimana denganku? Entahlah aku hanya bisa pasrah tanpa ada keinginan kuat untuk menyelesaikan studiku. Raut wajah Nampak gelisah ketika semua penginapan dekat kampus sudah fully booked. Ak dan kawanku pun menelusuri kawasan jalan kawi, “mungkin ini pencarian yang terakhir semoga saja ada yang kosong”,dia berkata kepadaku. Dan alhasil kamar pencarian kami tidak sia-sia. Setelah nego dengan si recepsionis, bertanya mengenai harga type kamar, perjalanan berikutnya menuju trend shop dikawasan pertokoan dekat alun-alun kota malang. traffic light jalan kawi pun menunjukkan warna merah, dan kami pun berhenti sejenak. Kemudian dari belakang ada tiga anak kecil sedang menangadahkan tangannya. Anak jalanan atau bisa dikatakan pengemis mungkin itu persepsi dari banyak orang, namun aku tidak. Aku menganggap mereka adalah anak-anak yang sedang bertarung melawan siklus kehidupan mereka. “mas njaluk duike(mas minta uangnya)?”, kata salah satu anak tersebut. aku pun sebenarnya tak mengubris permintaannya, namun setelah kupikir kembali ketika dimana aku tak punya uang sepeser pun aku teringat akan hal tersebut, lantas kuberikan tiga ribu untuk masing-masing anak.
Akhirnya aku dan kawanku sampai di trend shop, kawanku sedang memilih celana untuk wisudanya dan aku hanya melihat-lihat jeans-jeans yang ada. Kawanku pun menentuka satu pilihan kemudian ia berjalan menuju kasir. Tepat di depan kami ada sepasang muda-mudi yang sedang membeli sesuatu. Mereka membeli seperti Lingerie, bisa dikatakan seperti itu. dua celana dalam wanita dan dua bra yang masing-masing berarna biru dan pink. Sungguh menggelikan jika melihatnya. Lalu si pria mengeluarkan walletnya dan memberikan lembaran nominal kisaran seratus lima puluh ribu. Mereka terlihat masih tampak belia, kira-kira berumur tiga tahun diatasku. Si pria Nampak malu ketika melihat dibelakangnya ada aku dan kawanku tapi wanitanya tampak cuek, mungkin sudah biasa membeli lingerie. Aku dan kawanku pun sedikit berbisik mengejek pria tersebut. pikiranku dan kawanku pun menjadi satu, “mungkin ketika mereka selesai making love si wanita memamerkan celana dalam dan branya yang sudah usang”, aku berbisik pada kawanku.
Malam harinya aku menghadiri pernikahan kawanku, mas heru (honesty) bersama kawan-kawan hardcore lainnya. Brand new day, mate.
Pukul setengah satu dini hari aku sampai dirumah. Lalu aku menjamah komputerku dan melihat kembali dvd yang dibelikan kakaku, 127 hour every second counts. Mengesankan, aku menyukai perjuangan yang dilakukan aron Ralston ketika ia terjepit bebatuan selama 127 jam kemudian ia memutuskan untuk memotong tangannya yang terjepit. Dan yang paling menyenangkan adalah ketika aron berenang dengan tangan buntungnya dan ketika ia menjulangkan kepalanya keatas di depannya sudah ada keluarga dan kerabat terdekatnya yang uduk di sebuah sofa dekat kolam renang. Apalagi backsound di akhir cerita yang heroik, mengingatkanku akan peristiwa hari itu dimana aku dapat menyimpulkan bahwa perjuangan selalu membutuhkan kesedihan dan kebahagiaan, dan aron adalah orang yang paling beruntung sekaligus tidak beruntung. Sebuah sinonim kehidupan dengan anak jalanan yang aku temui dijalan dan antonym kehidupan dengan apa yang dijalani si pria. Lantas aku? LET THE GOD TEACHING ME IN A STRUGGLE.

Kamis-09maret2011-22.00pm

Kemarin sekitar pukul 10 pagi aku menuju kampus untuk bertemu dengan sekertaris jurusanku, Mr. Wasis. Beliau adalah dosen yang ahli dalam bangunan air, beliau juga menjadi coordinator untuk proyek akhir bagi mahasiswa yang telah berhak untuk mengerjakan proyek akhir. Beberapa minggu yang lalu aku juga pernah mengajukan title proyek akhir ku, namun argumentasi serta uraian yang aku paparkan kepada beliau masih kurang. “kamu masih belum bisa meyakinkan saya mengenai judul yang kamu ambil? Pikirkan lagi”, begitu kata beliau beberapa minggu yang lalu. Namun hari ini aku kembali lagi untuk meyakinkan beliau bahwa judulku sudah tepat.
Sesampainya tiba dikampus, suasana ruang dosen tak seperti biasa, beberapa dosen sibuk kesana-kemari entah apa yang mereka lakukan. Setelah itu aku menuju ke ruang tata usaha jurusan, disana saya bertemu mr.arvan, salah satu penjaga gedung yang cukup friendly dengan para mahasiswa. Aku pun melontarkan pertanyaanku mengapa para dosen begitu tampak bingung, ternyata ada rapat namun tak menjelaskan rapat apa itu yang dikatakan mr.arvan. mungkin pergantian sekertaris jurusan, karena mr. wasis memiliki masalah kesehatan begitulah yang kian terdengar dan akan digantikan oleh mr. sugianto. Dimana mr. sugianto adalah pembimbing akademikku yang memiliki spesialisasi pada jembatan, jalan raya, dan pondasi. Namun aku tak mau soal itu yang terpenting bagaimana aku meyakinkan mr. wasis agar mau menerima judul proyek akhirku tersebut.
Setelah mengetahui ada rapat jelas ini akan menunggu dan menguras waktu akhirnya aku berencana untuk mendelay pengajuan judulku.
Pukul 1.30 siang. Rapat telah usai, kini aku sudah bersama lucas di depan ruang dosen. Kami menunggu mr. wasis. Beberapa menit kemudian beliau mencul, dan menayakan apa ada yang perlu dibantu?. Kami pun langsung mengatakan maksud dan tujuan kami bertemu beliau. lucas menjadi orang pertama, sembari aku menunggu. Lucas kemudian menguraikan apa maksud judulnya tersebut. kemudian aku ditengah perbincangan antara mr. wasis dan lucas. Kawanku satu ni ternyata tak mampu meyakinkan beliau bahwa judl ini bisa saya kerjakan.
Lantas aku berikutnya, kertas pengajuan judul pun aku perlihatkan pada beliau. ada tiga judul yang aku sarankan pada beliau. sama seperti lucas, aku pun mencoba untuk menjawab setiap pertanyaan yang beliau lontarkan. Aku pun dengan sedikit gugup menjawab semuanya. Namun beliau menganggap aku dan judulku masih belum ada sebuah chemistry, sehingga ditakutkan nanti aku akan kewalahan dalam proses pengerjaan proyek akhir tersebut. beliau pun menyuruhku untuk kembali lagi senin mendatang, beliau juga menyarankan agar judulku harus sesuai dengan ppki (peratutan penulisan karya ilmiah) milik UM.
Disinilah aku secara tidak sengaja mendapatkan sedikit keberuntungan. Mengapa? Penolakan itu justru tidak membuatku menyerah namun secara tidak sengaja aku mendapatka sebuah ilmu penulisan yang diperoleh dari ppki tersebut.
Selama ini aku menyukai dunia tulis menulis, aku belajar secara otodidak. Mempelajari sendiri, menemukan karakter penulisanku sendiri, dengan sedikit referensi penulis idola macam umar kayam, emha ainun nadjib, dll. Aku pun pernah membuat sebuah newsletter atau sebuah media massa kecil dalam genre entertainment. Jujur, aku mengira selama ini tulisanku dengan sedikit memplagiatkan umar kayam atau emha ainun nadjib sudah benar akan tetapi semuanya salah kaprah. Berkat penolakan mr. wasis untuk mengacu pada ppki itulah yang membuatku sadar bahwa tulis menulis juga mempunyai pedoman. Disinilah kesalahan penulisanku selama ini, aku selalu mendahulukan keberanian dalam memaparkan persoalan daripada memperinci apa yang aku tulis.
Seperti dalam ppki milik universitas negeri malang, bahwa menulis itu uga mempunyai sebuah etika, tidak hanya asal-asalan, begitulah kiranya garis besar yang dapat aku tangkap setelah membaca ppki tersebut. apa itu artikel, apa itu makalah, apa itu laporan penelitian, dll. Dalam ppki buatan universitas negeri malang tersebut sangat jelas sekali bahwa menulis bagi mahasiswa masih terasa kurang sekali dalam intelektual penulisan. Buku ppki ini juga membahas kode etik penulisan karya ilmiah dimana ada sebuah kalimat, “plagiasi merupakan tindak kecurangan yang berupa pengambilan tulisan atau pemikiran orang lain yang diaku sebgai hasil tulisan atau hasil pemikirannya sendiri”.
Akan tetapi aku melihat bahwa, tulisan diatas adalah sebuah bentuk formalitas, atau hanya sekedar definisi tanpa makna belaka. Aku adalah seorang mahasiswa, aku juga mengetahui seluk beluk bagaimana mahasiswa itu, tentu saja juga para dosen. Semua mahasiswa itu bekerja dalam suatu system copy and paste dan itu tidak bisa dihindari lagi. Jadi aku melihat secara umun buku ppki ini sangat bagus, dapat membantu mahasiswa dalam skripsi atau pun tugas akhir. Namun di suatu sisi, saya melihat buku ppki ini hanya sebagai buku biasa, bukan buku yang menarik. Sebuah buku yang pesimistis.

Senin, 07 Maret 2011

pengalaman indah bersama kelas pekerja.

bekerja dalam sebuah proyek konstruksi bangunan ternyata susah-susah gampang. selain kita harus memiliki segala kesiapan untuk mengatasi problem di proyek tersebut, kita juga harus pintar dalam pendekatan terhadap para pekerja.
dalam setiap pendekatan saya terhadap pekerja selalu tema bahasan mereka adalah seks, wanita, dll. entahlah, namun secara tidak langsung ini membuat karakter saya juga berpengaruh. mungkin kondisi psikolog para pekerja terhadap lingkungan proyek serta jauh akan rumah membuat mereka terasa liar diluar rumah.
pernah suatu saat saya diajak salah satu kawan saya ke sebuah panti pijat namun saya tidak begitu respect terhadap ajakannya.
sebuah fenomena, dimana kebutuhan biologis menjadi perilaku yang biasa. akan tetapi tidak semua pekerja buruk seperti yang dibayangkan, ada juga pekerja yang memiliki norma dimana keluarga adalah segalanya.
pengalaman indah bersama kelas pekerja.

Senin, 28 Februari 2011

this is story not history: HAK PRIVASI PEREMPUAN DI IRAN BY Dr. MAHMOUD AHMADINEJAD

this is story not history: HAK PRIVASI PEREMPUAN DI IRAN BY Dr. MAHMOUD AHMADINEJAD

HAK PRIVASI PEREMPUAN DI IRAN BY Dr. MAHMOUD AHMADINEJAD

Ketika ahmadinejad ditanya tentang pernyataan, “ perempuan iran terhalangi hak-hakny dasar manusiawinya, kenapa demikian? Kenapa di iran hukuman mati diberlakukan?”. Presiden menjawab, “kebebasan di iran adalah hakiki, rakyat iran hidup dalam kemerdekaan dan perempuan di iran berada pada level kebebasan tertinggi. Dua orang pembantu presiden adalah perempuan. Di level tinggi dewan ahli parlemen dan Negara, di berbagai faktauniversitas, para perempuan memiliki peranan aktif. Di bidang bioteknologi dan seluruh aktivitas teknologi, ratusan ilmuwan perempuan sibuk berkarya”.

Dr. Ahmadinejad dalam penjelasannya mengenai iran yang penganut kebbasan dan partisipasi aktif mayoritas pemilih 80 sampai 90 persen dalam ikut aktif dalam pemilihan, setengah dari itu adalah perempuan. Karenanya, tudingan perempuan kita tidak bebas adalah tidak benar. Ia menegaskan, “ ini tidak adil, tatkala sebuah Negara berkembang dengan Negara lain, serangkaian kebohongan disebarkan menyerang yang lain, hingga kebenaranditampakkan dalam bentuk lain “.

Presiden dalam sesi kedua pertanyaan menjawab, “ mengenai hukuman mat, juga terdapat dua pertanyaan. Bila seseorang menyebarkan obat terlarang ke dalam negeri dan para pemuda iran, turki, eropa, serta amerika musnah, apa anda akan membiarkan mereka? Bagaimanakah hukuman setimpal bagi mereka yang memusnahkan jiwa ratusan juta pemuda di dunia? Apakah anda di amerika tidak memiliki hukuman mati? Anda pasti memilikinya”.

Dr. ahmadinejad menambahkan, “ hukuman yang sama juga terdapat di iran bagi mereka yang menggelapkan obat-obat terlarang dan melanggar hak-hak masyarakat. Bagaimanakah tindakan di amerika, bila seseorang dengan bersenjata memasuki rumah orang lain, melakukan pembunuhan terhadap sejumlah orang untuk merampok? Apa kepada mereka disematkan penghargaan? Apa seorang dokter mampu membiarkan virus-virus merusak seluruh Negara?”.

Presiden melanjutkan, “ di Negara kami, undang-undang adalah hakim. Siapa saja dengan senjata melanggar hak-hak masyarakat, membunuh orang, menimbulkan keonaran, memasarkan obat-obat terlarang dan menyebarkan secara luas, akan dijatuhi hukuman mati ”.

Dalam penjelasan DR. Ahmadinejad mengenai perempuan, atas pertanyaan, “ mungkin anda kira bahwa perempuan itu adalah sebatas fisik”. Ia kembali menegaskan,”menjadi perempuan bukanlah bentuk fisik, perempuan adalah ciptaan terbaik tuhan. Mereka adalah manifesti kelembutan dan keindahan di mana tuhan telah menganugerahkan itu kepada mereka, mereka sangat dihormati di iran. Di iran, bila seseorang di karuniai seorang anak perempuan, 10 kali lebih bahagia dari memiliki anak lelaki”.

Presiden, dalam penjelasannya, bahwa para perempuan iran dihormati lebih dari pada lelaki, ia mengatakan, “ mereka banyak menunaikan apa yang seharusnya menjadi tanggung jawab lelaki. Mereka adalah lelaki masa depan, dalam kebudayaan kepahlawanan iran, lelaki dan perempuan senantiasa mencium tangan bunda mereka sebagai tanda penghormatan bagi kaum perempuan, dan kami bangga terhadap kebudayaan ini”.

Dualism zionis dan yahudi by Dr. Mahmoud Ahmadinejad

Menurut saya hari ini seluruh dunia telah memahami bahwa zionis dan yahudi adalah 100% berbeda. Yahudi adalah pengikut nabi utusan tuhan, para pendukung penyembahan tuhan, persahabatan dan keadilan, tapi zionis adalah sebuah organisasi politik. Setiap kesempatan selalu mereka manfaatkan untuk mencapai kepentingan-kepentingan kelompoknya. Penderitaan yang dialami oleh masyarakat yahudi pada perang dunia II adalah dalih yang disalah gunakan.

Anda memiliki sumber rujukan tentunya, kami pun demikian yang menjelaskan bahwa zionis mempunyai andil dan ikut serta dalam penyiksaan kaum yahudi. Mereka juga bersengkongkol dengan musuh-musuh kaum yahudi untuk menyalahgunakannya secara politik dan untuk mencari alasan-alasan agar dapat melakukan penindasan terhadap rakyat palestina. Seluruh dunia mengetahui dan harus mengetahui bahwa masyarakat yahudi dan zionis itu berbeda.

Kaum zionis bukanlah kaum yahudi, Kristen maupun muslim. Mereka adalah budak uang, kekuatan, dan harta. Di antara para pengikut Musa Kalimullah, para pengikut Isa Ruhullah dan para pengikut Muhammad Rasulullah SAW tidak ada sedikit pun pertentangan.

Kita semua bersaudara. Kita sama-sama menyembah tuhan yang maha esa dan mengikuti nabi-nabi tuhan. Di antara kita tidak ada satu argument pun yang membuat kita satu sama lain harus berselisih, dan kita harus hidup berdampingan dalam perdamaian dan persahabatan.

Saya yakin atas kasih sayang tuhan yang maha tinggi. Orang-orang yang dengan kebohongannya ingin memecah belah diantara agama-agama, pasti mereka akan segera musnah.

Saya berterima kasih kepada anda sekalian, masih memegang panji jalan kebenaran dan berdiri tegak menghadapi para pembohong yang ingin menciptakan permusuhan di antara agama-agama, saya juga yakin bahwa tuhan bersama kita.

saya, amerika, mediaa, atau sejarah?

Saya hanya seorang mahasiswa. Mahasiswa yang tidak memiliki kemampuan, hanya kepolosan tema hidup yang dilihatnya, itulah kemampuan saya. Melihat carut marut Negara beserta konflik-konflik intern dimana kesenjangan strata kelas bawah dan atas dalam area perang ekonomi, kekerasan yang sudah telanjur mejadi hobi, kebohongan-kebohongan para sesepuh dewan perwakilan rakyat, dan hilangnya momentum keagamaan yang berhasil dipukul mundur oleh perkembangan zaman berganti momentum sebuah globalisasi. Itulah kepolosan tema hidup bernegara yang bisa saya lihat.

Jika ada sebab pasti ada akibat. Amerika, itulah sebuah Negara yang sudah mensubtitusi menjadi budaya. Amerika bukanlah Negara saat ini akan tetapi sudah menjadi budaya. Lagi-lagi itulah kepolosan yang saya lihat. Saya menganggap Indonesia saat ini sudah menjadi anak cabang dari amerika, kok bisa?. Ya, westernisasi yang mereka lakukan sudah meluluhlantahkan easternisasi bangsa ini. tak ada lagi kebudayaan mencium tangan seorang ibu yang berganti era mencium pipi. efek instant ala mcdonald mengalahkan sajian yang menguras waktu ala pecel blitar, gudeg jogja, dan makanan nusantara lainnya. Amerika telah mengenalkan peradabaannya kepada kita melalui ilmu modernisme, konsumerisme, hedonism, dan kata imbuhan –isme lainnya.

Lihatlah fakta bahwa, Dipo Alam akan memboikot dua media elektronik dan satu media cetak (menurut kabar-kabar yang tengah hot saat ini). kini bukanlah zaman era Bapak Soekarno dan Bapak Soeharto. Kini adalah zaman dimana Bapak Barrack Obama dan negaranya yang tengah gencar menguasai bumi dan seluruh isinya, Dimana kebebasan adalah segalanya. Fakta statement Dipo Alam sama halnya kasus Julian Assange dan Wikileaksnya, dimana amerika dibuat kocar-kacir dengan tersebarnya dokumen rahasia mereka. Pernah saya membaca melalui internet namun saya lupa akan nama website tersebut, Bapak Barrack Obama mengatakan bahwa kebebasan adalah segalanya,” amerika adalah sebuah Negara bebas”. Karena yang sudah kita ketahui bahwa amerika adalah Negara dengan paham liberalis, jadi sangat mencengangkan apabila American goverment melarang Julian Assange membeberkan ketidak benaran akan amerika. Kemudain melalui documenter PHASE3 pada part 9 atau part 11, disitu terdapat kebebasan berpendapat Bapak Barrack Obama yang menyakitkan saya sebagai seorang muslim, dimana melalui mikrofon dan altarnya ia berteriak lantang, “…bahwa siap saja yang menyerang israel sama artinya dengan menyerang amerika, siapa yang ingin menghancurkan Israel berarti menghancurkan amerika..”. begitulah kurang lebihnya statement orang nomor satu amerika saat ini yang mendapat ribuan applause kala berpidato berkunjung di Universitas Indonesia dan sajian kenegaraan dengan berbagai makanan mewah yang tersaji di istana Negara beberapa bulan lalu, secara tidak langsung kebebasan berpendapat westernisasi ala amerika telah mencuci otak saya sebagai seorang mahasiswa. inikan yang disebut kebebasan berpendapat. Trus mengapa Bapak Dipo Alam harus kelabakan mendengar kritikan akan media Indonesia terhadap pemerintahan. Kan itu sudah menjadi sebuah resiko apabila Negara tak becus mengurus rakyatnya.

Karena kita Indonesia adalah Negara yang mencintai sejarah maka saya akan mengingatkan kembali pada era tahun 1960 an, dimana ada seorang aktivis muda yang menjadi sebuah lambang kebebasan berpendapat, Soe Hok Gie. Dalam buku Soe Hok Gie : Catatan Seorang Demonstran, “ …siang tadi aku momong kera, aku bertemu dengan seorang (bukan pengemis) yang tengah memakan kulit mangga. Rupanya ia kelaparan. Inilah salah stu gejala yang mulai Nampak di ibukota. Dan kuberikan Rp 2,50 dari uangku. Uangku hanya Rp. 2,50 waktu itu (rp15,- uang cadanganku). Ya, dua kilometer dari pemakan kulit ‘paduka’ kita mungkin lagi tertawa-tawa, makan-makan dengan istri-istrinya yang cantik. Dan kalau melihat gejala pemakan kulit itu, alangkah bangga hatiku. ‘kita, generasi kita, ditugaskan untuk untuk memberantas generasi tua yang mengacau. Generasi kita yang menjadi hakim atas mereka yang dituduh koruptor-koruptor tua seperti (nama penjabat tinggi, red). Kitalah yang dijadikan generasi yang akan memakmurkan indonesia’. Yang berkuasa sekarang adalah orang-orang yang dibesarkan di zaman hindia belandaalmarhum. Mereka adalah pejuang-pejuang kemerdekaan yang gigih. Lihatlah Soekarno, Hatta, Sjahrir, Ali dan sebagainya. Tapi kini mereka telah menghianati apa yang mereka perjuangkan. Soekarno telah berkhianat pada kemerdekaan. Yamin memalsukan (atau masih dalam zaman romantic) sejarah Indonesia. Hatta tak berani menyatakan kebenaran (walaupun kadan-kadang ia menyatakan). Dan rakyat yang makin lama makin menderita. ‘aku besertamu, orang-orang malang’…”. Itulah nama pemuda dan catatan yang kala itu berani menkritik pemerintahan bapak soekarno.

Jadi siapa yang patut disalahkan? Saya sebagai mahasiswa hasil didikan negeri ini, atau Bapak barrack obama dan negaranya, atau media di Indonesia saat ini, ataukah sejarah.